Pasca penyelenggaraan event olahraga internasional, kawasan eks Wisma Atlet di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, bertransformasi menjadi hunian strategis yang siap dihuni. Pemerintah melalui mekanisme renovasi menyulap ribuan unit eks akomodasi atlet menjadi rusunawa modern yang representatif dengan standar hunian layak. Unit-unit yang sebelumnya difungsikan secara temporer kini dilengkapi sistem utilitas permanen, tata udara, dan kelistrikan yang memadai. Dengan tarif sewa sekitar Rp1,1 juta per unit menyamai Rusun Pasar Rumput hunian ini menawarkan alternatif tempat tinggal terjangkau di jantung ibu kota bagi aparatur sipil negara, personel TNI-Polri, serta masyarakat berpenghasilan rendah.
Aspek konektivitas menjadi perhatian utama dalam optimalisasi hunian ini. Lokasi eks Wisma Atlet yang berada di kawasan terpadu dengan akses jalan arteri, jalan tol, serta transportasi umum memudahkan mobilitas penghuni menuju pusat pemerintahan dan bisnis. Pengelolaan hunian yang ditempatkan di bawah Badan Layanan Umum (BLU) Kementerian Sekretariat Negara memastikan tata kelola profesional dan berkelanjutan. Dengan pendekatan integrasi hunian dan infrastruktur pendukung, transformasi eks Wisma Atlet menjadi contoh konkret pemanfaatan aset negara untuk menjawab kebutuhan hunian layak, terjangkau, dan terhubung dengan ekosistem perkotaan.
Estimasi biaya berdasarkan standar Kemenko Infrastruktur dan meliputi komponen: pembangunan infrastruktur dasar, perbaikan sanitasi, dan program pendampingan masyarakat.