Pemerintah melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau kesiapan alih fungsi eks Wisma Atlet menjadi hunian bagi aparatur sipil negara, personel TNI-Polri, serta masyarakat berpenghasilan rendah. Langkah strategis ini merupakan upaya optimalisasi aset negara sekaligus jawaban atas kebutuhan hunian layak yang kian mendesak di wilayah perkotaan. Dengan kapasitas ribuan unit yang sebelumnya difungsikan sebagai fasilitas pendukung event olahraga internasional, kawasan ini dinilai strategis dan siap dikonversi menjadi permukiman yang representatif.
Proses konversi ini melibatkan serangkaian adaptasi teknis agar memenuhi standar hunian tetap, termasuk penyesuaian tata ruang, sistem utilitas, dan aksesibilitas lingkungan. Hunian ini nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi ASN dan aparat keamanan, tetapi juga dialokasikan bagi MBR melalui skema sewa atau kepemilikan yang terjangkau. Kehadiran hunian ini diharapkan memecah kepadatan permukiman di pusat kota sekaligus menghadirkan lingkungan hunian terintegrasi yang lebih ramah dan berkelanjutan.
Estimasi biaya berdasarkan standar Kemenko Infrastruktur dan meliputi komponen: pembangunan infrastruktur dasar, perbaikan sanitasi, dan program pendampingan masyarakat.