Deputi Ronny bersama jajaran melakukan koordinasi dengan Pemprov Sumut dan empat pemda (Langkat, Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara) untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Bantuan awal berupa PLTS, obat-obatan, filter udara, dan pengujian udara telah disalurkan. Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan: Sibolga 5 hektare untuk 200 hunian tetap, Tapanuli Tengah 1,3 hektare untuk 118 unit, serta pembangunan di Tapanuli Utara (103 unit) dan Tapanuli Selatan (227 unit) yang didukung Kementerian PKP dan CSR Bunda Suci.
Deputi menekankan pentingnya perencanaan komprehensif pascatanggap darurat, termasuk pembangunan huntara dan huntap yang tidak hanya fokus pada fisik rumah tetapi juga ketersediaan PSU serta kajian kelayakan lahan. Sinkronisasi dan validasi data antarpemda menjadi kunci percepatan. Tim juga meninjau langsung lokasi terdampak di Tapanuli Utara dan posko bencana di Tapanuli Tengah, serta mendorong kolaborasi solid antar-K/L dan pemda agar rehabilitasi berjalan efektif, terintegrasi, dan tepat sasaran.
Estimasi biaya berdasarkan standar Kemenko Infrastruktur dan meliputi komponen: pembangunan infrastruktur dasar, perbaikan sanitasi, dan program pendampingan masyarakat.