Statistik Kawasan Kumuh per Provinsi

Jumlah Kawasan per Provinsi

Ringkasan Data Provinsi

Provinsi Jumlah Kawasan
Jawa Barat 1393
Sumatera Utara 936
Jawa Tengah 724
Aceh 473
Sumatera Selatan 412
Jawa Timur 383
Sumatera Barat 288
Kalimantan Barat 232
Kepulauan Riau 183
Riau 182
Kalimantan Selatan 178
Lampung 176
Bengkulu 142
Sulawesi Selatan 142
Sulawesi Tenggara 137
Nusa Tenggara Timur 114
DI Yogyakarta 113
Sulawesi Tengah 106
Jambi 98
Kalimantan Timur 95
Nusa Tenggara Barat 91
Maluku Utara 83
Kalimantan Tengah 72
Gorontalo 63
Maluku 60
Sulawesi Utara 45
Sulawesi Barat 38
Papua Barat Daya 29
Kalimantan Utara 27
Kep. Bangka Belitung 20
Papua Barat 18
Papua 8
Bali 7
Papua Selatan 3
Banten 1

Detail Kawasan per Provinsi

Bengkulu (15)

Nama Kawasan Kota/Kab Luas (Ha) Klasifikasi Status
Pematang Tiga Kabupaten Bengkulu Tengah 4.53 Ringan Belum
Pematang Tiga Lama Kabupaten Bengkulu Tengah 1.60 Ringan Belum
Penarik Kabupaten Mukomuko 9.97 Ringan Belum
Penarik Lama Kabupaten Mukomuko 8.92 Ringan Belum
Penurunan Kota Bengkulu 6.70 Ringan Belum
Perumahan Nelayan, Pulau Makmur Kabupaten Mukomuko 0.52 Ringan Belum
Pino Kabupaten Bengkulu Selatan 28.29 Ringan Belum
Pondok Baru,Lubuk Bangko, Aur Cina Kabupaten Mukomuko 13.32 Ringan Belum
Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah 5.57 Ringan Belum
Pondok Makmur Kabupaten Mukomuko 5.57 Ringan Belum
Pondok Panjang Kabupaten Mukomuko 10.61 Ringan Belum
Pondok Suguh Kabupaten Mukomuko 9.89 Ringan Belum
Purwodadi Kabupaten Bengkulu Utara 16.47 Ringan Belum
Rawa Makmur Kota Bengkulu 6.51 Ringan Belum
Rawa Makmur Permai Kota Bengkulu 14.50 Ringan Belum
Estimasi Biaya
Total Estimasi Nasional
Rp 4,2 Triliun
Untuk penanganan 15 kawasan kumuh di seluruh Indonesia
Rincian Biaya per Klasifikasi
Kumuh Ringan (4 kawasan) Rp 112,5 M
Kumuh Sedang (10 kawasan) Rp 404 M
Kombinasi Ringan-Sedang (1 kawasan) Rp 0,02 M
Total Rp 516,52 M
Kalkulator Estimasi Biaya
Catatan

Estimasi biaya berdasarkan standar Kemenko Infrastruktur dan meliputi komponen: pembangunan infrastruktur dasar, perbaikan sanitasi, dan program pendampingan masyarakat.